Text
Pesantren Studies 4a
Bagaimana cara kolonialisme bangsa asing menjinakkan bangsa Indonesia? Bukan dimulai dari pendekatan militer, bukan pula dari monopoli ekonomi atau eksploitasi sumber daya alam. Tapi dimulai dari cara mematikan tradisi ilmu politik mereka. Coba lihat kini FISIP-FISIP kita di berbagai perguruan tinggi. disana teks-teks asing berjubel, sementara teks-teks politik Nusantara sendiri-berjumlah ribuan sejak abad 17- lenyap dari rak perpustakaan.
Ilmu politik Nusantara seharusnya menjadi andalan bangsa kita untuk survive (dawam wastimarariyah) ditengah pergaulan bangsa-bangsa deunia. Namun kini sudah banyak diisi oleh kontruksi paradigmatik dari amerika, Eropa dan Australia. Ilmu-ilmu Politik Kebangsaan kita yang sebetulnya merupakan senjata kita untuk berhadapan dengan bangasa-bangasa luar yang tidak selalu ramah itu, kini sudah di jinakkan menjadi agen penyalur belaka ide-ide dari bangsa-bangsa berkulit putih.
ssejak abad 17 ilmu politik nusantara hadir sebagai rancangan aksi dimasa kini dan planning untuk kepentingan masa depan; ia digodok dari dalam laboratorium pesantren untuk kepentingan menjaga sumber-sumber ketahanan bangasa ini, dari agama, etika, ekonomi, budaya, sejarah hingga peradaban indonesia. Dengan ilmu politik ini pula, orang-orang pesantren mempertegas hakikat kebngsaan kita untuk mandiri bukan hanya dalam soal ekonomi dan bernegar. Tapi juga lebih dari itu, dalam kerja-kerja pengetahuan dan kebudayaa. Bangsa kita punya pengetahuan sendiri; ada kebanggaan untuk tahu tentang dirinya sebagai bangsa yang bersatu dan punya potensi; serta percaya diri bahwa mereka bisa melakukan kerja pengetahuan politikyang bebas dan mandiri, lalu mengolah dan memberdayakanya untuk sebuah praktik politik-kebangsaan buak politik sektarian, buakn pula untuk kelompokelompok tertentu.
Buku ini ingin membuktikan bahwa bansa kita sendiri punya ilmu politik yang berkarakter nusantara dan kepesantrenan. boleh belajar kebarat, asalkan kita menghayati dulu ilmu politik kita sendiri. ilmu-ilmu politik dari asing dipakai untuk memperkuat tradisi politik kenegaraan kita. Bukan untuk melemahkan persatuan kita, bukan pula untuk merusak kesejahteraan kita.
Kalau anda sebagai anak-anak bangsa ingin menyambut masa depan Indonesia yang lebih adil, mandiri dan makmur, buku ini menjadi bacaan wajib anda!
Tidak tersedia versi lain