Text
Pesantren Studies 2b
Abad ke-19 di Tanah Air kita disebut sebagai abad kegelapan, abad animisme dan kevakuman intelektual. Orang-orang Indonesia dikatakan belum mengenal peradaban, belum mengenyam sekolah modern dan organisasi reformis-kebangsaan. Tapi justru di masa itulah, di alam penjajahan, produksi pengetahuan Nusantara dan teks-teks pesantren berlangsung secara massif. Ada puluhan ribu teks-teks yang ditulis maupun dicetak oleh kalangan santri-ulama dan santri-mustami' selama abad 19 itu. Dan jangkauan peredaran teks-teks itu membentang dari Aceh hingga Papua, hingga dinikmati penduduk di kawasan Samudera Hindia dan Asia Tenggara. Teks-teks ini kemudian dijadikan fondasi peradaban, jejaring ekonomi, sikap kebudayaan, dan juga bangunan politik anti-penjajahan anak-anak bangsa ini.
Tidak tersedia versi lain