“Di sebuah negeri, penegakan hukum kacau balau. Pada yang kecil hukum sangat bengis, pada yg kuat hukum bisa diatur semaunya. Maka seorang eksekutor datang menghabisi semua petinggi penegak hukum, jenderal polisi, jaksa, hakim, pengacara, dibunuh satu persatu. Negeri itu menjadi chaos, rakyat terinspirasi dari pembunuh tersebut, demonstrasi besar meletus dimana-mana. Siapa Sang Eksekutor i…
Inilah buku pilihan puisi dari penyair kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, Joko Pinurbo atau dikenal sebagai Jokpin. Buku yang judulnya merupakan salah satu frasa dalam sajak ""Puasa"" (2007) ini memuat 121 puisi dari kurun 1989-2012. Pada halaman 152, Jokpin berpuisi : Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi.
Aku bisa kehabisan air mata, Tapi tak pernah bisa kehabisan cinta, Mengapa tega kau abadikan luka.
Saat bertemu dewasa, ada yang berkali-kali dihantam ombak realita. Limbung sekoci kecil itu di tengah luas samudra. Saat bertemu dewasa, ada juga yang mulai mengarungi samudra bernama rumah tangga. Bersama membangun bahtera menuju Surga, ternyata tak seindah kisah Cinderella. Namun, Allah mempertemukan kita dengan dewasa, tak hendak membuat kita lemah lalu meredakan segala juang idealisme men…
Sapi merah sudah disembelih sebagai ritual pendirian Kuil Ketiga dan penyambutan Mesias. Propaganda dan ancaman penghancuran Masjid Al-Aqsa sudah lama digaungkan. Al-Quds sudah penuh dengan penduduk ilegal Yahudi, bendera Israel berkibar di tiap sudut. Proyek penggalian bawah tanah Situs Yahudi sudah mengular dan mengancam keselamatan Masjid Al-Aqsa. Malam itu, misi rahasia penghancuran Kub…
Jika kau menderita seperti Hajar, apakah yang akan engkau lakukan? Ya, kita mengenal Hajar sebagai seorang istri Nabi Ibrahim. Air zamzam dan Makkah adalah tanda kehadiran dirinya. Tapi, apakah kau tahu penderitaan dan pengorbanannya? Apakah kau tahu rahasia hatinya? Novel ini berkisah tentang istri dan ibunda seorang nabi. Lahir sebagai putri bangsawan, lalu dijadikan budak, hingga t…
Ini kisah tentang rumah, tempat yang mengizinkanmu gagal berkali-kali. Di sini kau boleh lelah, kau boleh mengeluh. Di sini pula kau boleh salah, kau boleh marah. Bila perjalananmu sudah terlalu jauh dan melelahkan, pulanglah. Ambil selimut, menangislah. Ambil segelas teh hangat, teguklah. Bila kau sudah cukup kuat, kau boleh berkelana lagi. Dan rumahmu akan selalu setia menunggumu kembali. …