Petualangan Dan Quixote merupakan cerita 'kesatria kesiangan' yang mampu menyihir pembacanya untuk percaya terhadap seluruh imajinasinya. Ia berimaji sebagai seorang Don (kesatria) penumpas kejahatan yang terjadi di negerinya. Namun, 'kesatria kesiangan' tersebut adalah hasil imajinasinya. Pikirannya di jejali keilmuan mimpi-mimpi dan bayang-bayang, yang tak sangup dihaapinnya di dunia nyata. …
Gaji? Cukup, cukup besar. Karier? Mulus melesat. Bisnis? Sebentar lagi soft launching. Karya? Sudah banyak yang suka. Jodoh? Aih! Sediikit lagi. Mantap betul nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumni kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan. Namun, tikus-tikus tersebut nyatanya tidak sepenuhnya hilang. Mereka malah membesar, men…
Pada mulanya adalah kata dan selebihnya adalah problem. Dalam antrian, benar jika kaum filsuf mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh kata-kata. Namun, pada saat yang sama, pengalaman manusia bersama kata-kata menyisakan problem. Problem itu, salah satunya sebagaimana ditunjukkan oleh Achmad San dalam buku ini, adalah tidak memadainya bentuk-bentuk majas yang kita kenal di bangku sekolah.
June Hayward dan Athena Liu sama-sama penulis. Athena, keturunan Asia, ternyata lebih ngetop. Sementara June berpendapat tak ada yang akan tertarik pada karyanya, gadis kulit putih biasa. Ketika Athena mendadak meninggal, June mencuri manuskrip Athena lalu menyerahkannya ke penerbit sebagai karyanya. Penerbit membuatkan citra baru bagi June, lengkap dengan foto yang ambigu mengenai etnik di…
Lebih Senyap dari Bisikan merupakan novel kedua Andina Dwifatma, setelah Semusim, dan Semusim Lagi (2023)- pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel ini membuka mata pembaca dengan kisah Amara dan pahit manis kehidupan perempuan dalam menemukan apa yang berharga.
Menulis cerpen, bagi Yanusa Nugroho, tak ubahnya menulis "catatan harian". Begitu banyak peristiwa yang terjadi di sekitar hidupnya, tetapi-sebagai pengarang, " Saya hanya mampu mennagkapnya sebagai cerita pendek." Lalu, lahirlah cerpen-cerpennya yang ia akui banyak berisi 'sindiran', yang belakangan lebih banyak yang ia soroti adlaah kenyataan bahwa masyarakat di negeri ini kian miskin akan et…
Nuansa pemikiran desain dan kebudayaan dalam ‘Mendesain Penjara’ memang penulis akui sebagai fokus utama. Hampir semua esei dalam buku ini sebelumnya pernah dimuat di media massa (surat kabar) dan jurnal ilmiah. Selain itu, esei-esei di sini merupakan kumpulan esei yang sudah terserak di berbagai media sehingga perlu diketik ulang dan diedit kembali.
Menua dengan Gembira merupakan buku kumpulan essai pertama Andina Dwifatma. Ia menyebut esai-esainya dalam buku ini sebagai kumpulan rasan-rasan tentang kehidupan warga pinggiran kota. Tinggal di pinggiran Jakarta selama lima belas tahun memaparkan Andina pada banyak persoalan. Mulai dari perkara-perkara yang terjadi di sekitar kompleks tempat tinggalnya hingga masalah transportasi umum yang …
Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi naik haji pada usia 11 tahun, pulang lalu pergi lagi dan tak pernah kembali ke Tanah Air. Di Tanah Suci ia menjadi guru bagi ribuan orang yang datang dari Nusantara. Ulama ini contoh yang paling hebat dalam sejarah ulama-ulama yang bermukim di Mekkah. Setiap pertanyaan ia jawab dengan menulis kitab, setiap kitab di cetak berulang-ulang. Jika hari ini kita men…