Nasionalisme atau lebih populer dengan penulisan Nasional is me adalah buku yang memuat pemikiran-pemikiran Pandji Pragiwaksono tentang situasi bangsanya. Berbagai kisah disampaikan dengan nada dinamis. Buku ini hadir atas dasar kepedulian Penulis terhadap nasib bangsanya terutama bagi mereka dari kalangan keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan akses terhadap internet. Terbatasnya aks…
Sejarah diaspora Indonesia sudah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia ada. Tokoh-tokoh besar yang pernah diasingkan, dibuang, atau disekolahkan oleh Belanda, adalahbentuk diaspora negeri ini. Mereka bahkan menghimpun dukungan untuk menjadikan Indonesia merdeka dari tanah Eropa. Maka, bukan tidak mungkin meletakkan warga diaspora Indonesia zaman ini untuk memajukan Indonesia dariluar. Mena…
"Sekarang, kampiun-kampiun kemerdekaan, majulah ke muka, susunlah pergerakanmu menurut garis-garis yang saya guratkan di dalam risalah ini. Hebatkan partai Marhaen, agar supaya menjadi partai pelopornya massa. Hebatkan semua semangat yang ada di dalam dadamu, hebatkan semua kecakapan mengorganisasi yang ada di dalam tubuhmu." Pemikiran Soekarno tentang "Mencapai Indonesia Merdeka" dan lain-lai…
Ada apa dengan Garut? Bukankah kota itu terkenal dengan cetakan para ulama dan santrinya? Lalu bagaimana bisa menjadi sarang Illuminati? Melalui buku ini, penulis mencoba mengungkap segala keterlibatan Illuminati –gerakan yang sebenarnya berawal dari ajaran kebijaksanaan Nabi Idris atau Hermes Trimegistus. Buku ini berusaha melacak jejak tersebut dan merupakan penelitian pendahuluan untuk men…
Buku ini tepat dibaca oleh Anda yang ingin menelusuri akar sejarah perkembangan teknologi dan akar historis nasionalisme di Indonesia. Jika Anda mendapatkan tambahan pengetahuan, pencerahan akal budi, dan pembelajaran historis agar lebih arif dalam melihat berbagai fenomena, maka buku ini menemukan momentum ketercapaian tujuan penulisannya.
Kebesaran suatu bangsa tidak ditentukan oleh seberapa besar penduduknya dan seberapa luas wilayahnya, melainkan oleh seberapa kuat tekad mentalitasnya. Lewat buku ini, Nasihin Masha menusuk ke jantung masalah bangsa Indonesia. Sebuah bangsa yang belum selesai dengan menyisakan banyak retakan; tak sanggup menjadikan kekayaan alamnya sebagai sumber kemakmuran bagi warganya; tersandung dalam perbu…
Pancasila itu satu penamaan dengan berbagai persepsi, dan dengan konsekuensi ideologis yang berbeda pula. Diskursus tentang hal itu telah berlangsung sejak awal kemerdekaan. Pembiarannya selama ini memicu ketegangan antar anak bangsa dan kontra produktif bagi pembangunan. Reformasi telah menabrak nilai-nilai substansial Pembukaan UUD 1945 rumusan bersama para pendiri bangsa.
Ketika ideologi dan politik dicaci maki dan hampir diharamkan sebagai penyebab keterbelakangan bangsa dan negara, dan ketika begitu kuat anggapan bahwa pembangunan dan modernisasi masyarakat adalah jalan utama dan satu-satunya bagi pemecahan keterbelakangan tersebut, Deliar Noer tampil dengan mengajukan wawasan dan memperbandingkan berbagai asumsi yang melatarbelakangi pandangan dan sikap-sikap…
Sebelum dilakukan amandemen terhadap Undang-Undang 1945, MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang diberi kekuasaan tak terbatas (superpower). Hal ini dianggap membahayakan karena berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok yang berkuasa. Untuk menyelamatkan kepentingan rakyat maka dilakukanlah amandemen terhadap beberapa pasal UUD 1945. Sehingga, kedudukan beberapa l…
Buku ini menyajikan perenungan Yusron Ihza tentang pertahanan nasional Indonesia, sebagai hasil pengalamannya selama bertugas sebagai Ketua Kelompok Kerja Pertahanan dan Wakil Ketua Komisi I Bidang Pertahanan DPR RI periode 2004-2009. Dijelaskannya bahwa pertahanan yang lemah akan menyebabkan posisi yang lemah pula dalam diplomasi, seperti tecermin dalam kasus Bintang Kejora Australia, Blok Amb…