Buku ini disusun dengan tujuan mencoba memberikan kemudahan bagi Muslimin-Muslimat yang senantiasa dalam kesibukan tetapi belum bisa membaca Al-Qur'an yaitu kalangan mahasiswa, karyawan, eksekutif, pejabat, pengusaha, dan sebagainya. Dalam buku ini disajikan urutan rinci proses terbentuknya ayat, serta memuat segala aspek dan kaidah bacaan.
Pengalaman dari kerja keras dan metode yang diurai di buku ini, bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Sekaligus bantahan atas alasan yang dibuat-buat karena kemalasan menghafal Al-Qur'an. Karena keluarga jadi basis utama menghasilkan Al-Qur'an, latar belakang bukan penghalang menjadi penghafal Al-Qur'an. Bahkan bukan hanya satu anak yang jadi penghafal, tapi tujuh lho!
Banyak metoda yang digunakan oleh ulama tafsir dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Keragaman tersebut menimbulkan pula keragaman corak penafsiran, namun para ahli dalam bidang ini sepakat menyatakan bahwa cara yang terbaik dan terjamin kebenarannya dalam memahami Al-Qur'an adalah kembali kepada Al-Qur'an itu sendiri.
Buku ini menyajikan tafsir dari surat yang amat populer dan dikenal sebagai "jantung Alquran" itu. Ada banyak manfaat yang bisa kita petik dari uraian dan penafsiran yang disuguhkan dalam buku ini. Pengarangnya membahas asepek-aspek lahiriah dan batiniah dari ayat-ayatnya, sehingga buku ini layak ditelaah oleh siapa saja.
Suatu lanjutan penelitian Goldziher nampak imperatif sifatnya, lantaran empat puluh tafsir modern lainnya telah berlalu sejak penerbitannya. Dan karya ini barangkali juga bisa dianggap sebagai kontribusi pelengkap karena sejauh ini ia juga dan bahkan dengan preferensi, menggunakan bahan-bahan dari bahasa Urdu yang berguna.
Manusia diciptakan oleh Allah Swt. sebagai hamba dan khalifah-Nya. Untuk meningkatkan nilai kehambaan dan kekhalifahannya, manusia harus berhadapan dengan tentara kekafiran. Kesadaran akan tipu daya setan inilah yang akan menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan manusia. Untuk itulah Allah membekali manusia dengan semboyan dan titik tolak hidup, yaitu istiadzah, permohonan perlindungan dari seg…
Dalam sejarah penafsiran Al-Qur'an, keberadaan kisah-kisah Israiliyat dalam kitab tafsir secara global dapat dikategorikan menjadi dua klasifikasi. Pertama, kisah yang keberadaannya dikomentari oleh penulisnya. Kedua, kisah yang keberadaannya tanpa disertai komentar apapun. Buku ini mengomentari kisah Israiliyat di dalam Tafsir Munir.
FQQ adalah metode yang tepat dan mampu membimbing penggunanya untuk cepat pandai membaca Al-Qur'an secara baik dan sempurna. FQQ ditulis berdasarkan pengujian teori melalui pengalaman mengajar dari penulis selama bertahun-tahun yaitu sejak tahun 1976 yang lampau.
Di Mesir terdapat sebuah kampung yang mencetak para pembelajar dan penghafal Al-Qur'an sejak usia pra sekolah, tepatnya di Desa Arab Al-Qur'an di Quesna Manufiyah. Buku ini memaparkan berbagai aktivitas kegiatan belajar Al-Qur'an yang ada di kampung Al-Qur'an di Mesir.