Mempelajari ilmu tajwid hukumnya Fardhu Kifayah, akan tetapi mempergunakan ilmu itu dalam membaca Qur'an adalah Fardhu 'Ain. Marilah kita belajar membaca Al-Qur'an kepada yang ahli dan pergunakanlah buku ini sebagai pegangan. Karena buku ini dipakai di RRI Bandung pada Pelajaran Tajwid.
Buku kecil ini berjudul Methode Khusus Membaca Al-Qur'an dalam bentuk tulisan yang sangat sederhana sekali, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para pelajar Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Lanjutan Pertama yang berkeinginan untuk belajar membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan pedoman ilmu tajwid/dengan sebaik-baiknya.
Betapa pentingnya ilmu tajwid dalam kaitannya dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an demi mengumandangkan dan mengagungkan asma dan kebesaran Allah yang tertuang dalam ayat-ayat Al-Qur'an sekaligus sebagai amal ibadah. Oleh karenanya buku ini diterbitkan bermaksud membantu para pembaca untuk memukan makna yang hakiki yang terkandung dalam Al-Qur'an.
Jika gagasan Kitab Suci tidak memiliki keluwesan yang terhormat, niscaya ia tidak akan mampu bertahan untuk menjadi salah satu "warisan" terbesar umat manusia. Sebagai warisan, tentu saja ia tua dimakan usia. Maka, tugas para pewaris adalah menanyakan ulang secara kritis kedudukan dan peran yang telah dan akan dimainkan di masa depan.
Di antara kunci untuk memahami Al-Qur'an ialah dengan memahami bahasa asal Al-Qur'an, yaitu bahasa Arab. Karena hanya dengan mengerti bahasa Arab sajalah, seseorang dapat merasakan keindahan susunan serta gaya bahasa Al-Qur'an, sehingga dapat menimbulkan rasa pengagungan yang murni yang akhirnya memekarkan rasa cinta yang sejati. Untuk membantu saudara-saudara seagama memahami Al-Qur'an secara …
Al-Qur'an mula-mula ditulis pada pelepah tamar, pada tulang-tulang, pada kulit, dan di dinding rumah. Ketika itu bentuk huruf belum seperti yang kita kenal sekarang ini. Belum diberi titik dan belum diberi baris. Juga, cara menulisnya tulisan itu berbeda-beda dari penulis wahyu yang diangkat oleh Rasulullah.
Dalam konteks Al-Qur'an dan risalah Nabi Muhammad Saw., pemeliharaan Allah itu amat jelas, karena bagaimana mungkin lahir paham tauhid (monoteisme) dari masyarakat yang berpegang teguh kepada syirik (politeisme)? Bagaimana mungkin lahir agama kemanusiaan yang penuh toleransi setelah sebelumnya merupakan agama suku dan fanatisme?
Buku ini disusun untuk mereka yang tidak pernah belajar bahasa Arab, namun berkeinginan memahami ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang gampang. Berbekal pengalaman penulisnya yang berlatar belakang pendidikan umum di dalam memahami bahasa Al-Qur'an, dan juga diilhami oleh buku An Easy Way to the Understanding of the Qur'an, membuat buku ini menjadi menarik untuk dipelajari.
Tafsir ini menyajikan beebrapa pendapat para mufassir dari Assalafushshalih, dan pendapat-pendapat para mufassir di zaman modern. Disajikan dengan gaya bahasa yang sederhana, mudah dipahami, tidak membosankan, sistematis dan tidak bertele-tele. Pendapat-pendapat yang dipilih adalah pendapat-pendapat terkuat yang berdasar pada Alquranul Kariim, sunnah Nabi dan Fiqhul Lughah.
Ibnu Taimiyah adalah sosok figur muslim yang nyaris sempurna. Aqidahnya kokoh, wawasan keilmuannya luas dan akhlaqnya mantap. Ia juga seorang muslim tangguh dalam arti tidak mudah terpengaruh oleh bisikan hawa nafsu, di samping tangkas dan cerdas. Ibnu Taimiyah tidak pernah bosan menggerakkan penanya untuk menuangkan berbagai buah pikirannya demi kemaslahatan umat. Demikian pula dengan yang ter…