Apakah mungkin menghafal Al-Qur'an di sela-sela kesibukan kantor, kuliah, kerja, dan beragam aktivitas menyibukkan lainnya? Kesibukan sering kali menjadi alasan terhalangnya seseorang untuk menjadi salah satu barisan para penghafal Al-Qur'an. Tapi, sebenarnya bisa kok buat menghafal walau sibuk. Dengan metode yang tepat, menghafal pun bisa dilakukan.
Buku ini berkeinginan mengajak para pembacanya untuk hidup bersama Al-Qur'an atau berperilaku dalam naungan cahaya (nur) Allah Swt. Keunikan buku ini terletak di antara keistimewaan buku Lentera Hati dan Wawasan Al-Qur'an. Topik-topiknya dikembangkan lebih dalam dan luas dan gaya penulisannya disajikan secara mengalir dan enak.
Kekukuhan Al-Qur'an di hadapan kesombongan manusia merupakan bukti kemukjizatannya dan bahwa ia memang benar-benar kalam Ilahi, Zat Penguasa alam semesta. Kemukjizatannya itu terlihat dari berbagai sisi. Mulai dari sisi bayan, dakwah, pendidikan, syariat, dan ilmu pengetahuan.
Dunia Islam menemukan pencerahan kembali, sejak lahirnya Hujjatul Islam, seorang mujaddid sekaligus mujtahid. Dialah Abu Hamid Al-Ghazali. Karya ini, bukan sekedar karya ilmiah yang dikonsumsi untuk kepentingan akademis Islam saja, tetapi lebih merupakan buku pengantar bagi setiap Muslim yang ingin meraih kebahagiaan hakiki, di dunia hingga akhirat.
Buku ini mengungkapkan lebih dari tiga puluh topik menarik yang dibahas melalui perspektif Al-Qur'an oleh mufasir ternama Indonesia ini. Dengan menggunakan metode tafsir maudhu'i, sang mufasir memilih topik tertentu kemudian menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan topik tersebut.
Kebanyakan Muslim memiliki hubungan yang akrab dan emosional dengan Alquran. Mereka mulai belajaran Alquran sejak di pangkuan sang ibu. Mengaji dengan penuh kedisiplinan. Namun, hubungan itu kerap menjadi rumit kala seseorang hendak beranjak memahami makna, lebih dari sekadar mengaji kalimat-kalimat Kitab Suci.
Buku ini dikemas agar dapat dibaca oleh mereka yang belum mengenal Al-Qur'an sama sekali -seorang pemula- hingga mereka yang sudah memiliki ilmu dan pengalaman yang dalam tentang Al-Qur'an. Diharapkan metode tersebut dapat membantu siapa pun untuk mendiagnosis sebab-sebab dirinya terhijab (terhalangi) masuk ke dalam Al-Qur'an, hingga kiat-kiat dan latihan untuk menemukan akses ke dalamnya.
Dalam buku ini, penulis menguraikan beberapa pandangan Abu Zayd tentang teori interpretasi, AL-Qur'an, dan hujatan Abu Zayd terhadap Imam Syafi'i serta ulama salaf lainnya. Uraian tentang pandangan Abu Zayd, penulis rujuk langsung dari karya-karyanya dan dilengkapi teks aslinya dalam bahasa Arab, transliterasi beserta artinya.
Pada 1765, sebelas tahun menjelang Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, Thomas Jefferson membeli Al-Qur'an. Rupanya, ini hanya menandai awal dari minatnya yang panjang terhadap Islam. Buku ini mengungkapkan cerita penting yang sedikti diketahui ihwal riwayat kebebasan agama di AS; sebuah drama di mana Islam memainkan peran mengejutkan.
Al-Qur'an memerintah manusia untuk merenungi kejadian-kejadian di alam semesta. Perenungan itu di satu sisi akan mengantarkannya pada pengenalan yang semakin baik akan keagungan Sang Pencipta dan di sisi lain, pada penguasaan ilmu dan teknologi bagi kesejahteraan dan kelestarian manusia di bumi. Dengan mengumpulkan dan mengklasifikasikan 800 ayat Al-Qur'an serta menjadikannya sebagai inspirasi …