Dalam agama Islam, Hadits merupakan pilar kedua setelah Al-Qur'an. Keduanya merupakan cahaya petunjuk yang mengantarkan terwujudnya kemaslahatan hidup, baik di dunia dan akhirat. Kehadiran buku ini menjadi salah satu referensi penting guna menolak gagasan orientalis dan menjawab tuduhan miring dari kelompok penentang hadits.
Buku ini ditulis untuk kepentingan akademik. Anda boleh setuu, boleh tidak. Untuk menikmati buku ini Anda harus berpikir out of the box dengan melepas keterikatan dengan ideologi warisan yang telah menjelma menjadi zombi yang sangat menakutkan. Lalu bacalah dengan tenang. Jangan lupa siapkan udud dan kopi hitam. Cukup kopi saja yang hitam, pikiran jangan sampai ikut hitam.
Bahaya besar yang mengancam umat Islam sejak abad pertama adalah tersebarluasnya hadis-hadis maudhu' di kalangan masyarakatnya, bahkan di kalangan para ulamanya sekalipuj. Akibat tersebarnya hadis-hadis semacam itu, menyebabkan kerusakan dan kelumpuhan di kalangan umat Islam, baik akidah ataupun ibadah.
Menurut hasil penelitian ulama hadis, suatu hadis yang sanad-nya sahih belum tentu matu-nya juga sahih. Mengapa kesenjangan kualitas itu terjadi? Apakah kesenjangan disebabkan oleh kaedah kesahihan sanad hadis yang kurang akurat ataukah disebabkan oleh faktor-faktor lain? Masalah pokok yang diteliti adalah tingkat akurasi kaedah kesahihan sanad hadis.
An-Nihayah (The End) Ibnu Katsir membahas panjang lebar kehidupan akhirat seperti hari kebangkitan, perhitungan amal, mizan, hingga tujuan akhir manusia, yakni surga atau neraka. Seluruh permasalahan yang dibahas dalam kitab ini bertumpu pada nash Al-Qur’an, Al-Hadits, dan riwayat-riwayat yang dinukil, lengkap dengan sanad masing-masing serta menyebut referensinya.
A biography of Maulana Maududi is, in facet, a history of a great movement (tehrik) for the Muslim renaissance. The tehrik of Maududi was, at once, academic and applied, ethical and religious, social and economic, political yet progressive. A biography of Maulana must, necessarily, record the great twentieth-century rise of Islam, as an ideal, and as a global message.
Siapakah tiga bayi yang bisa bicara? Salah satunya adalah Nabi Isa as. Tapi siapa dua bayi lainnya? Bagaimana kisah dua bayi itu -yang dengan kuasa Allah swt- hingga dapat bicara? Kisah tiga bayi adalah salah satu dari 36 hadis yang ada di buku ini yang dapat menjadi pegangan hidup kita.
Buku yang ada di hadapan pembaca ini merupakan terjemahan dari buku Taisir Mushthalah Al-Hadits. Buku ini telah terkenal dan teruji sebagai diktat akademik yang dipakai selama bertahun-tahun di berbagai perguruan Islam. Buku ini memiliki keunggulan pada pembahasannya yang lengkap seputar asas-asas penting dalam Ilmu Hadits.