Buku ini lahir karena adanya kontroversi besar di seluruh dunia menyangkut masalah "Perang Iraq-AS". Sumber utama buku ini memadukan antara "pikiran Amerika", "pikiran Arab" dan "pikiran Indonesia."
Buku kecil ini disusun oleh Syekh Yusuf Al Qardhawi dengan cara yang unik, yaitu dengan menggunakan dialog imajiner antara seorang murid yang ingin tahu tentang apa itu kebenaran mutlak dan dijawab oleh sang guru dengan sangat baik. Cara ini merupakan suatu metode yang bagus dan mudah dipahami bagi para pembaca yang awam maupun bagi para pembelajar agama islam. Buku ini sangat layak dibaca.
Buku ini berisi kumpulan esai para pemuda yang ingin mencoba belajar merawat Indonesia sesuai bidang atau keahlian masing-masing penulis. Membaca buku ini seakan meneropong gerak juang para pemuda dalam mewujudkan cita-cita sebagai harapan bangsa.
Allah akan marah jika kita lebih mencintai sesuatu apapun ketimbang cinta kita kepada-Nya Sungguh benar, kemarahan Allah nyata terhadap Gybral dan Sofya, ketika keduanya lebih mengasihi orang tua, anak dan nama baik dibanding cintanya pada Allah Teguran Allah yang teramat dahsyat telah meluluh lantahkan Gybran dan Sofya hingga pada titik nadir. Terpisah dari orang tua, cacian dan hinaan,…
“Ketika saya membaca naskah buku ini, saya tenggelam dan merasakan menjadi bagian dari paragraf demi paragrafnya. Saya tersedot ke detail-detail yang ditulis Daniel, mengalir deras menantang untuk diarungi. Saya membayangkan sebagai pelakunya. Misalnya, saat Daniel menginap di bandara Bangkok, saya merasakan sedang tidur di sana juga. Saat Daniel menaiki pesawat ke Chengdu, cina, saya sedan…
Tekad kuat yang disertai keimanan yang mantap membuat Abbad bin Bisyir tidak mau membatalkan shalatnya, meski tiga anak panah menancap di tubuhnya. "Aku tengah membaca salah satu surat Al Quran. Aku tidak ingin memotongnya sebelum menyelesaikannya. Demi Allah, andai bukan karena khawatir melalaikan tugas menjaga pasti nyawaku telah melayang," tegasnya