Perbedaan pendapat dalam memberi tafsiran terhadap ajaran-ajaran dasar Islam bukanlah suatu hal yang ganjil dan tak dibolehkan dalam Islam. Perbedaan pendapat dan perbedaan penilaian adalah suatu hal yang lumrah dan direstui dalam sejarah Islam yang telah empat belas abad panjangnya sekarang. Hadis Nabi bahkan menyatakan bahwa perbedaan pendapat di kalangan umat beliau adalah rahmat dari Tuhan.…
Di dalam ajaran agama yang diwahyukan ada dua jalan untuk memperoleh pengetahuan, pertama, jalan wahyu dalam arti komunikasi dari Tuhan kepada manusia, dan kedua jalan akal, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar, sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif, mungkin benar dan mungkin salah.