Ini adalah kumpulan cerpen sosio-religi karya A.A. Navis. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1956, yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah. Buku ini berisi 10 cerpen yang menampilkan kegetiran wajah Indonesia di zamannya. Penuh dengan kata-kata satir dan cemoohan akan kekolotan pemikiran manusia I…
Buku ini berisi representasi visual lanskap alam Sunda Abad ke-19 dalam ilustrasi-ilustrasi Junghuhn yang dapat menjadi titik tolak untuk melakukan refleksi ulang atas hubungan seni, ilmu dan filsafat. Lebih jauh, mosaik peninggalan Junghuhn dapat melengkapi alat-alat yang dibutuhkan untuk sekadar mendefinisikan ulang identitas kesundaan. Lanskap ini telah menimbulkan minat ilmiah untuk menelis…
Buku ini menjadi istimewa bukan saja karena paling luas menguraikan sejarah film periode 1900–1950, tetapi juga ditulis oleh Misbach Yusa Biran yang sohor sebagai “ensiklopedia berjalan” film Indonesia. Ia tidak hanya hadir sebagai pengamat cendekiawan dan pencatat sejarah perfilman Indonesia yang ketil, tetapi juga “saksi hidup” dan orang yang tahu “apa yang terjadi” dengan dunia…
Dibanding Bokap, keluarga nyokap gue tuh original Cinanya. Gaya ngomongnya masih totok banget. Bagi mereka, gak ada istilah "kami" atau "kalian". Adanya adalah "gua orang" dan "lu orang". Kesannya insecure banget ya? Gue juga tau kalo kita semua ini orang, bukan ubur-ubur.
Bus di Jepang itu ongkosnya dibayar dengan cara masukin duit ke kotak yang ada di samping supir. Mau kabur tanpa bayar pun bisa. Kalo sistem ini diterapkan di Jakarta, dalam seminggu armadanya pasti gulung tiker. Udah gitu semuanya berhenti di halte, tepat di belakang baris. Gak ada tuh supir yang naek-turunin penumpang sembarangan, apalagi pake cara ngetem sambil ngerokok dan godain eneng-enen…
Terhantui oleh pertanyaan "Mengapa manusia menghancurkan buku?", ia pun menyusun kajian ini. Merentang dari awal peradaban tulis hingga kasus-kasus kontenporer, Inilah kajian sejarah global pertama tentang bibliosida (penghancuran buku) dari masa ke masa yang ditulis oleh seorang pakar perbukuan dan perpustakaan asal Venezuela, Fernando Baez.
Sebuah peternakan babi berdiri tegak di tengah masyarakat yang kurang mengerti. Pro dan kontra terjadi, membawa kita mengenali sosok Irwan Rahardian lebih dekat. Tapi sosok itu tidak sendiri, ada sosok sosok lain yang menemaninya, membentuk semacam benang merah yang tak kasat mata Ada Indra Pranata seorang penulis yang selaly dihantui masa lalu dan memiliki keperibadian kedua bernama Sulisat…
Selain cerpen-cerpen bertema cinta yang gelisah dan kesunyian manusia, sebagian cerpen dalam buku ini menyiratkan rasa simpati pengarangnya terhadap mereka yang menjadi korban dalam sejumlah peristiwa kelam di berbagai belahan bumi, dari Aceh sampai Argentina: orang hilang, pembantaian yang dilupakan, perkosaan atas nama perang
Harimau! Harimau! telah mendapat Hadiah Yayasan Buku Utama sebagai buku penulisan sastra terbaik tahun 1975. Buku ini dapat dibaca sebagai sebuah cerita petualangan di rimba raya oleh sekelompok pengumpul damar yang yang diburu oleh seekor harimau yang kelaparan. Berhari-hari mereka mencoba menyelamatkan diri mereka, dan seorang demi seorang di antara mereka jatuh menjadi korban terkaman harima…
Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca ara atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentan waktu, takdir dan jodoh itu sendiri