Kumpulan makalah ini penting bagi para pencari ilmu. Yaitu, sebagai filter dalam penyerapan ilmu-ilmu yang berkembang di kampus-kampus saat ini, serta memberikan kejernihan dalam berpikir dan ketenangan dalam mengambil keputusan, bukan kegoncangan dan kebingungan. Dalam buku ini juga diuraikan bagaimana perbedaan pola pikir seorang sekular dengan Muslim dalam proses keilmuan.
Saat ini kita memasuki Era disrupsi. Mau tidak mau, era ini memaksa terjadinya perubahan cepat, masif, dan kacau. Pilihannya dua: berubah atau punah. Disrupsi juga menggoncang iman dan akhlak mulia. Tantangan pembinaan iman taqwa makin berat. Tetapi, peluang justru sangat terbuka bagi Pondok-pondok Pesantren untuk mewujudkan Perguruan Tinggi ideal, sesuai dengan misi pesantren dan Tujuan Pendi…
Kuliah di kota besar memang banyak resiko, terlebih ketika memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga yang kurang jelas siapa pemilik dan para donatur beasiswanya. Dan itulah yang dialami oleh KEMI. KEMI dimanfaatkan oleh Farsan yang telah mengajak dan memberikannya peluang KEMI bisa kuliah di Universitas Damai Sentosa. Di kampus Kemi tidak hanya kuliah seperti mahasiswa normal di kampus-kampus l…
KEMI 2 berkisah tentang perebutan Kemi oleh sesama aktivis liberal. Kemi diculik dari Rumah Sakit dan dikirim ke pusat pengobatan canggih. Pergulatan Islam dan liberalisme memasuki babak yang semakin seru melibatkan aktor penting bernama Doktor Rajil, pengamat politik terkenal, dan Habib Marzuki, pegiat Islam yang dicap garis keras.
Inilah akhir perjalanan Kemi. Setelah "bermain-main", kemudian "terjebak" serta "tersesat" dalam kubangan liberalisme, santri cerdas bernama Kemi akhirnya menemui nasib tragis: diperas, dihinakan, disiksa, kemudian diakhiri hidupnya. .. Sebagai akhir sebuah trilogi, Kemi 3 menyajikan keteladanan tinggi beberapa tokohnya dalam dunia pendidikan, yang sangat jarang terjadi di dunia nyata.