Dalam pandangan banyak orang, Sumargono identik dengan KISDI (Komitmen Indonesia untuk solidaritas dunia Islam) jabatannya sebagai ketua pelaksana harian harian KISDI, dijadikan sasaran fitnah beberapa orang yang tidak suka kepadanya.
Dalam pandangan banyak orang, Sumargono identik dengan KISDI (Komitmen Indonesia untuk solidaritas dunia Islam) jabatannya sebagai ketua pelaksana harian harian KISDI, dijadikan sasaran fitnah beberapa orang yang tidak suka kepadanya.
Cak Nur telah berpulang, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Termasuk penulis buku ini. Buat Adian Husaini, mantan wartawan yang tengah mendalami Peradaban Islam ini, juga bagi banyak ulama lainnya, pemikiran Cak Nur sangat perlu dikritisi karena menyangkut akidah, pilar penting keberimanan seseorang. Buku ini bukan hendak menghakimi pribadi yang telah berpulang, namun mencoba hadir …
Kuliah di kota besar memang banyak resiko, terlebih ketika memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga yang kurang jelas siapa pemilik dan para donatur beasiswanya. Dan itulah yang dialami oleh KEMI. KEMI dimanfaatkan oleh Farsan yang telah mengajak dan memberikannya peluang KEMI bisa kuliah di Universitas Damai Sentosa. Di kampus Kemi tidak hanya kuliah seperti mahasiswa normal di kampus-kampus l…
KEMI 2 berkisah tentang perebutan Kemi oleh sesama aktivis liberal. Kemi diculik dari Rumah Sakit dan dikirim ke pusat pengobatan canggih. Pergulatan Islam dan liberalisme memasuki babak yang semakin seru melibatkan aktor penting bernama Doktor Rajil, pengamat politik terkenal, dan Habib Marzuki, pegiat Islam yang dicap garis keras.
Inilah akhir perjalanan Kemi. Setelah "bermain-main", kemudian "terjebak" serta "tersesat" dalam kubangan liberalisme, santri cerdas bernama Kemi akhirnya menemui nasib tragis: diperas, dihinakan, disiksa, kemudian diakhiri hidupnya. .. Sebagai akhir sebuah trilogi, Kemi 3 menyajikan keteladanan tinggi beberapa tokohnya dalam dunia pendidikan, yang sangat jarang terjadi di dunia nyata.
Kumpulan makalah ini penting bagi para pencari ilmu. Yaitu, sebagai filter dalam penyerapan ilmu-ilmu yang berkembang di kampus-kampus saat ini, serta memberikan kejernihan dalam berpikir dan ketenangan dalam mengambil keputusan, bukan kegoncangan dan kebingungan. Dalam buku ini juga diuraikan bagaimana perbedaan pola pikir seorang sekular dengan Muslim dalam proses keilmuan.