Buku yang sangat tipis ini merupakan transkrip dari ceramah Buya Hamka pada 30 September 1975 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta, yang diadakan oleh Yayasan Idayu. Isinya tentang doktrin Islam yang bisa menimbulkan kemerdekaan dan keberanian dalam hidup. Walaupun tipis, tapi isinya sangat bermanfaat bagi umat Islam.
Buya Hamka. Nama lengkapnya Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Putra pertama dari pasangan Dr. Abdul Karim Amrullah dan Shaffifah ini lahir pada 17 Februari 1908 di Maninjau, Sumatera Barat. Tidak satu pun pendidikan formal ditamatkannya. Banyak membaca menjadi modalnya, tak lupa belajar langsung dengan tokoh dan ulama, baik di Sumatera Barat, Jawa, bahkan sampai ke Mekah. Doktor Honoris Causa da…
Serangkaian kisah tentang Buya Hamka di mata anak kandungnya, Irfan Hamka, meliputi: Masa kecil, remaja, dewasa, berkeluarga, dan memiliki 12 orang anak. Memulai jalan dakwah sebagai ulama, sastrawan, budayawan, dan politisi. Akidah dan pedoman hidup Buya Hamka. Hubungannya dengan Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran baru. Bagaimana kehidupan Buya Hamka ketika istri tercintanya meninggal dunia.…
Jazuli, Seorang pemuda dari Banjar, mencoba peruntungannya di Surabaya. Bermodal kekerasan hati, ia berhasil memiliki hotel mewah dan toko emas juga berlian yang cukup terkenal hingga ke luar negeri. Demi mencapai posisi puncak dan mempertahankan posisinya, Tuan Direktur rela menyingkirkan semua sahabat dan orang-orang terdekatnya. Sebaliknya Tuan Direktur justru mengambil orang-orang bermulut …