Buku ini mengulas latar belakang sejarah kehidupan dan karya A.D. Pirous, dari mulai pengalaman masa kecilnya di Aceh, mengenyam pendidikan seni rupa modern, hingga menjadi salah seorang perintis seni rupa Islam di Indonesia. Sang penulis melalui persahabatannya yang panjang dengan A.D. Pirous, berupaya menunjukkan bahwa Pirous adalah model seniman pascakolonial yang penting untuk disimak.
Hari ini Ayah pulang dari tempat kerjanya di luar negeri. Ara membayangkan Ayah harus menaiki berbagai kendaraan untuk sampai di desa mereka. Lalu, tiba-tiba terjadilah keajiaban.
Woli si benang merah ingin sekali bepergian ke berbagai tempat seperti temannya. Pus si kucing. Akan tetapi, setiap kali dia berusaha meninggalkan rumah, usahanya selalu gagal.
Semua orang sibuk mempersiapkan kelahiran adik bayi. Mbah meminta Slamet menjaga jarik yang disiapkan untuk adik. Slamet bosan. Dia mulai bermain dengan jarik-jarik itu, dan .... oh, tidak ! Jarik itu robek.
Lagi-lagi Ibu terlambat menjemput Momo di sekolah. Ibu harus berjalan kaki, karena Ibu tidak bisa naik sepeda. Kin Ibu ingin belajar naik sepeda. Namun, Ibu harus menemukan sepeda yang cocok untuknya.
Barani mengajak Uli melihat Solu Bolon, sampan besar di Festival Danau Toba. Mereka harus melewati bermacam hal menakutkan. Apakah akhirnya mereka dapat melihat Solu Bolon?
Dengan metodenya, George Soros dengan Quantum Fund-nya bisa di bilang selalu dapat membaca dan mengatasi pasa.Tak heran jika The New York Times menjulukinya sebagai "supertar di antara para pengelola uang"