Semua orang sibuk mempersiapkan kelahiran adik bayi. Mbah meminta Slamet menjaga jarik yang disiapkan untuk adik. Slamet bosan. Dia mulai bermain dengan jarik-jarik itu, dan .... oh, tidak ! Jarik itu robek. Apa kata Mbah nanti? Apa yang akan dilakukan Slamet?
Amir membantu Bapak menangkap ikan di laut. Kesukaannya udang papai. Tapi lama sekali menunggu udang papai dijemur. Amir sudah lapar sekali. Bagaimana caranya agar cepat, ya?
Pak James mengenalkan banyak olahraga. Sayang, tidak semua bisa dilakukan Jeri dan teman-temannya. Tahukah kamu, olahraga apa yang kemudian mereka pilih?
Bertualanglah sejauh mana memandang. Mengayuhlah sejauh lautan terbentang. Bergurulah sejauh alam terkembang. Rantau 1 Muara bercerita tentang konsistensi untuk terus berkayuh menuju tujuan, tentang pencarian belahan jiwa, dan menemukan tempat bermuara. Muara segala muara. Inilah buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara yang ditulis novelis asal Minang, A. Fuadi.
Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.
Barani mengajak Uli melihat Solu Bolon, sampan besar di Festival Danau Toba. Mereka harus melewati bermacam hal menakutkan. Apakah akhirnya mereka dapat melihat Solu Bolon?