Ahmad Wahib (1942-1973) - wartawan, budayawan dan pemikir Indonesia yang konsisten merakam pengelutan pemikirannya atas meja di sebuah bikil sewa kecil; di dalam beberapa lembar buku tulis luluh persist diari. Beliau mengikuti secara dekat memuat para ilmuwan dan intelektual era Orba. Meninggal dunia digilis sepeda pada Mac malam, ketika pulang kerja. Seorang teman tergegas ke kamar sewa Wahib;…
Ahmad Wahib (1942-1973) - wartawan, budayawan dan pemikir Indonesia yang konsisten merakam pengelutan pemikirannya atas meja di sebuah bikil sewa kecil; di dalam beberapa lembar buku tulis luluh persist diari. Beliau mengikuti secara dekat memuat para ilmuwan dan intelektual era Orba. Meninggal dunia digilis sepeda pada Mac malam, ketika pulang kerja. Seorang teman tergegas ke kamar sewa Wahib;…
Dalam pandangan banyak orang, Sumargono identik dengan KISDI (Komitmen Indonesia untuk solidaritas dunia Islam) jabatannya sebagai ketua pelaksana harian harian KISDI, dijadikan sasaran fitnah beberapa orang yang tidak suka kepadanya,.
Sesungguhnya kandungan Al-Qur'an maha dalam dan maha luas demi kemajuan umat dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, menyempurnakan akhlak dan mempertebal iman, yang akhirnya bermuara pada kedamaian dan kesejahteraan lahir dan batin. Buku yang mengajak umat agar terus memahami kandungan Al-Qur'an ini penting sekali bagi para sarjana, mahasiswa, peminat ilmu pengetahuan, dan umat pada umumnya.
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri.
Dalam buku ini penulis mengisahkan tentang sepuluh tokoh ibunda teladan, tentang bagaimana mereka mendidik dan menghantarkan putra mereka ke gerbang kesuksesan. Dari kalangan shahabiyah ada Ummu Sulaim, Ibunda Anas bin Malik, ibu dari murid, pelayan, dan sekertaris Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam. Buku ini menjadi pentong karena memotret kehidupan masa kecil para tokoh dan sebagaima…
Tempat ini menjadi tempat yangkami lalui berulang kali, setidaknya dua kali dalam sehari. Mengawali hari dengan harapan baru bahwa pengalaman di hari itu akan menjadi pengalaman yang bermanfaat hingga kemudian hari. Mengakhiri hari dengan perasaan gembira bercampur lelah dari kegiatan yang padat selama satu hari. Sebenernarnya, tempat ini bukanlah tempat yang istimewa, karena, toh, di Indonesia…
Lasi adalah anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang. Kecantikan serta keeksotisan wajah Lasi membawa dirinya menjadi “bekisar” di kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta, melalui bisnis berahi kalangan atas yang tak disadarinya. Lasi mencoba hidup di tengah kemewahan tersebut dan itu sama sekali tak dipahaminya. Di tengah kebingungannya, Lasi bertemu lagi dengan cinta lamanya di …